Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Bawang Putih Sebagai Antitoksin


Bawang Putih merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan orang baik sebagai makanan, rempah-rempah maupun sebagai  tanaman obat. Bawang putih termasuk genus Allium ( bawang-bawangan), yang meliputi ribuan species. Namun dari ribuan jenis bawang-bawangan yang sering dibudidayakan orang hanya beberapa saja diantaranya, Bawang Putih (Allium Sativum L.), Bawang Merah (Allium Cepa L.), Bawang Prei (Allium Ampeloprasum L.), Bawang Bakung (Allium Fistulosum L.), Bawang Kucai (Allium schoenaprasum L.), dan Bawang Ganda (Allium Odorum L.)

Khususnya untuk Umbi Bawang Putih banyak mengandung sejenis minyak atsiri (methyl–allyl disulfida) yang banyak digunakan sebagai bahan obat namun sayang agak sedikit berbau menyengat hidung. Orang yang senang makan bawang putih, keringatnyapun juga akan berbau menyengat. Dengan adanya kandungan minyak atsiri tersebut, maka bawang putih biasa diolah menjadi berbagai sumber bahan obat-obatan yang bisa dikonsumsi dengan aman dengan cara menghilangkan rasa baunya itu. Misalnya dalam bentuk minyak bawang putih ( Garlic oil )  atau Kapsul Garlic dan lainnya. Bawang Putih juga oleh sebagian orang banyak dibuat dalam bentuk olahan makanan, seperti acar ( pickle ), tepung, dan bahan makanan dalam kaleng.

Kadar gizi umbi Bawang Putih terdiri dari zat organis seperti: protein, lemak dan Hidrat arang disamping mengandung zat-zat hara seperti: kalsium, fosfor, besi, vitamin, dan belerang. Umbi bawang putih juga banyak mengandung ikatan asam amino yang disebut Alliin. Bila Alliin mendapat pengaruh dari enzim allinase dapat berubah menjadi allicin. Allicin terdiri dari jenis sulfidas dan yang terbanyak adalah allyl sulfida. Bila Allicin bertemu dengan vitamin B akan membentuk ikatan allithiamine.

Dr. Paavo Airola dari The International Academy of Biological Medicine telah menemukan sejumlah komponen aktif dari Bawang Putih yang bisa bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan tubuh manusia diantaranya sebagai berikut :

  1. Allicin : Zat yang aktif membunuh bakteri dan anti radang
  2. Allin : suatu asam amino yang antibiotik.
  3. Gurwitchrays ( sinar gurwitch ) : radiasi mitogenetik yang merangsang pertumbuhan sel tubuh dan mempunyai daya peremajaan pada semua fungsi tubuh.
  4. Antihemolytic factor : faktor anti lesu darah atau kekurangan sel-sel darah merah.
  5. Zat Anti Rheumatik
  6. Faktor penunjang pengobatan untuk penyakit Diabetes.
  7. Selenium : Zat anti oksidan
  8. Germanium : Zat anti kanker
  9. Antitoksin : Zat anti racun, anti alergi dan zat yang memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit Asthma.
  10. Scordinin : Zat aktif menyembuhkan penyakit kardiovaskuler dan Anti Oksidan
  11. Methylallyl trisulfide : Zat aktif pencegah pengentalan darah khususnya yang dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan otak.

Demikianlah Bawang Putih merupakan salah satu tanaman yang bisa dijadikan komiditi pertanian yang banyak dibutuhkan oleh penduduk dunia karena khasiatnya. Dan Tidak mengherankan kalau Bawang putih juga dikategorikan sebagai komoditi primadona masa kini dan sering disebut sebagai ”Emas putih” dari komoditi jenis pertanian. Saya berharap mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat bagi anda, khususnya untuk menjadi pilihan alternatif terhadap solusi pengobatan penyakit yang diderita oleh anda, keluarga anda ataupun sanak saudara dan tetanggga anda. Amin. Pemiwan.

Jenis-jenis Racun yang Terkandung dalam Kosmetik


Jakarta, Tampil cantik merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang perempuan terutama di usia remaja, meski kadang-kadang harus mengorbankan kesehatan. Beberapa kosmetik yang digunakan mengandung bahan berbahaya yang ternyata bisa terserap masuk ke dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan Enviromental Working Group (EWG) terhadap sampel darah dan urine pada 20 remaja putri usia 14-19 tahun menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya. Sebagian merupakan pemicu kanker, sebagian lagi bisa mempengaruhi keseimbangan hormonal.

Pada peneliti mengidentifikasi tak kurang dari 16 jenis senyawa berbahaya yang diyakini berasal dari kosmetik baik berupa bedak, parfum dan sebagainya. Ke-16 bahan berbahaya itu lantas dikelompokkan ke dalam 4 golongan.

Dikutip dari Rodale.com, Minggu (16/1/2011), berikut ini adalah 4 golongan bahan berbahaya yang dimaksud.

1. Phthalate
Bahan ini dugunakan juga dalam pembuatan plastik untuk memberi sifat elastis atau lentur. Dampaknya bagi kesehatan jika terhirup atau tertelan dalam kadar tertentu adalah memicu gangguan sistem reproduksi, asma dan alergi.

Dalam kosmetik, phthalate digunakan sebagai pelarut tambahan dalam berbagai produk wewangian.

2. Triklosan
Secara langsung, triklosan yang digunakan dalam beberapa produk sabun dan pasta gigi bisa memicu gangguan kesehatan saat bereaksi dengan lingkungan aquatik atau berair. Salah satunya adalah gangguan pada keseimbangan hormon tiroid.

Penggunaan triklosan secara berlebihan juga memicu dampak tidak langsung bagi kesehatan, yakni dengan memicu resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik. Dampaknya adalah kemunculan kuman-kuman super (superbug) penyebab penyakit yang tidak mempan dibasmi dengan antibiotik.

3. Paraben

Senyawa yang memiliki nama lain parahydroxybenzoic dan digunakan juga sebagai pengawet dalam mie instant ini punya efek samping jika digunakan melebihi ambang batas keamanan. Karena sifatnya mirip dengan hormon esterogen, di dalam tubuh akan memicu ketidakseimbangan yang bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Dalam kosmetik, paraben sering digunakan sebagai campuran sabun, sampo, pasta gigi dan deodoran. Meski jarang, kontak langsung dengan kulit juga bisa menyebabkan alergi pada orang yang sensitif.

4. Wewangian sintetis
Beberapa spesies binatang mengeluarkan wewangian alami yang disebut feromon, yang fungsinya adalah untuk menarik pasangan di musim kawin. Oleh manusia, wewangian ini dibuat tiruannya lalu digunakan dalam parfum, serta beberapa jenis sabun wangi dan produk perawatan rambut.

Beberapa jenis wewangian sintetis diketahui bisa memicu kanker pada binatang. Meski belum diuji pada manusia, diduga kuat senyawa ini juga meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Manfaat Kangkung Sebagai Antiracun


Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Di Cina, sayuran ini dikenal sebagai weng cai. Di negara Eropa, kangkung biasa disebut swamp cabbage, water convovulus, atau water spinach.

Bertha (36), ibu beranak dua, tinggal di Temanggung, Jawa Tengah, punya cerita. Suatu hari, saat sedang menyantap makanan, tiba-tiba ia merasa pusing, mual, mata berkunang-kunang. Keringat dingin pun bercucuran di sekujur tubuhnya. Ia langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Dokter puskesmas mendiagnosis, ia mengalami keracunan makanan.

Untunglah Bertha teringat peristiwa keracunan yang dialami suaminya setahun lalu. Obat-obatan yang diberikan dokter urung diasupnya. Ia malah mengambil 500 gram akar, batang, dan daun kangkung. Kangkung yang telah dicuci bersih itu diblender dengan segelas air, lalu diminum.

Setelah mengonsumsi 2 gelas jus kangkung, Bertha merasakan tubuhnya pulih kembali. Ia mengaku, resep ini secara tak sengaja ia dapatkan di sebuah toko buku di Yogyakarta.

Secara khusus Dr. Setiawan Dalimartha, Ketua II Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur (PDPKT), mengutarakan bahwa langkah yang dilakukan Bertha cukup tepat. Kangkung memang berfungsi sebagai penenang (sedatif) dan mampu membawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya, tanaman ini mempunyai kemampuan menetralkan racun di tubuh.

Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke, Papua, kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar, kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual ke pasar.

Tumbuh Cepat
Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan. Merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih.

Terna semusim dengan panjang 30-50 cm ini merambat pada lumpur dan tempat-tempat yang basah seperti tepi kali, rawa-rawa, atau terapung di atas air. Biasa ditemukan di dataran rendah hingga 1.000 m di atas permukaan laut.

Tanaman bernama Latin Ipomoea reptans ini terdiri dari dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat bunga putih bersih.

Perbedaan lainnya pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar daripada kangkung darat. Warna batangnya juga berbeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat putih kehijau-hijauan. Lainnya, kebiasaan berbiji. Kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air. Itu sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air dengan stek pucuk batang.

Mengandung Vitamin
Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Menurut Dr. Setiawan, kangkung mempunyai rasa manis, tawar, sejuk. Sifat tanaman ini masuk ke dalam meridian usus dan lambung.

Efek farmakologis tanaman bernama Cina weng cai, ini sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), sedatif (obat tidur). Kangkung juga bersifat menyejukkan dan menenangkan.

Tanaman bernama daerah kangkueng (Sumatera), pangpung (Nusa Tenggara), kangko (Sulawesi), utangko (Maluku) ini enak rasanya dan memiliki kandungan gizi cukup tinggi. Selain vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol.

Herminia de Guzman Ladion, pakar kesehatan dari Filipina, memasukkan kangkung dalam kelompok “tanaman penyembuh ajaib’. Di negara itu, tanaman ini dipakai untuk menyembuhkan sembelit dan obat bagi mereka yang sedang melakukan diet. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir

Sumber: http://kesehatan-fk00.web.unair.ac.id/kategori_isi-37283-Manfaat%20Herbal.html

Obat Alternatif Sarang Semut Penakluk Penyakit Maut

Oleh: M. Ahkam Subroto (Dr. Ir. M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., APU. Peneliti LIPI Cibinong Science Center)
Papua merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk tanaman obat. Beberapa tanaman obat asal Papua telah menyedot perhatian banyak kalangan, baik kalangan medis konvensional maupun kalangan pengobatan komplementer dan alternatif, termasuk di antaranya adalah mahkota dewa yang populer pada awal 2000, buah merah 2004 dan keben 2005. Kini herbal-herbal tersebut masih terus dibicarakan dan digunakan oleh masyarakat luas. Khasiatnya mulai pula diakui di luar negeri.
Awal 2006 kami telah memperkenalkan satu herbal lagi dari Papua yang juga mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat luas, yaitu tumbuhan sarang semut. Sarang semut memiliki banyak khasiat untuk pengobatan berbagai penyakit, mulai dari yang ringan seperti mimisan, maag, asam urat dan wasir hingga penyakit-penyakit berat seperti tumor, kanker, TBC dan jantung koroner. Selain itu, tumbuhan ini dapat meningkatkan dan memperlancar produksi air susu ibu (ASI) dan memulihkan kesehatan wanita setelah persalinan, meningkatkan stamina dan sebagai afrodisiak (meningkatkan gairah seksual).

Mengenal Tumbuhan Sarang Semut

Sarang semut yang telah dikenal oleh masyarakat luas adalah sarang semut berupa lubang-lubang di tanah, bangunan atau daun-daun di pohon yang dibuat sendiri oleh koloni semut tertentu, bisa semut merah, rangkang, semut hitam, atau semut putih. Namun yang dimaksud di sini bukan sarang semut seperti itu, melainkan tumbuhan epifit yang menempel di pohon-pohon besar yang batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga-rongga yang disediakan sebagai sarang semut jenis tertentu.
Sarang semut merupakan tumbuhan dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya menempel pada tumbuhan lain, tidak hidup secara parasit pada inangnya tetapi hanya memanfaatkannya untuk menempel. Contoh epifit lain yang lazim dijumpai hidup di pohon adalah lumut kerak, lumut, alga, tumbuhan perambat dan anggrek. Sebenarnya ada 5 genus sarang semut dari famili Rubiaceae, namun hanya genus Hydnophytum dan Myrmecodia yang paling dekat berasosiasi dengan semut. Genus sarang semut tersebut dibagi menjadi beberapa spesies berdasarkan struktur umbinya. Hydnophytum terdiri dari 45 spesies dan Myrmecodia 26 spesies. Semua spesies dari tumbuhan ini memiliki batang menggelembung yang berongga-rongga menyerupai buah yang umumnya dihuni oleh semut.
Penyebaran sarang semut mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Di Propinsi Papua, tumbuhan sarang semut dapat dijumpai terutama di daerah Pegunungan Tengah, yaitu di hutan belantara Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Pegunungan Bintang dan Kabupaten Paniai. Keanekaragaman terbesar dari sarang semut ditemukan di pulau Papua dimana spesies dataran tingginya adalah lokal spesifik.
Secara ekologi, sarang semut tersebar dari hutan bakau dan pohon-pohon di pinggir pantai hingga ketinggian 2400 m. Sarang semut paling banyak ditemukan di padang rumput dan jarang ditemukan di hutan tropis dataran rendah, namun lebih banyak ditemukan di hutan dan daerah pertanian terbuka dengan ketinggian sekitar 600 m. Ia banyak ditemukan menempel pada beberapa pohon, umumnya di pohon kayu putih, cemara gunung, kaha, dan pohon beech, tetapi jarang pada pohon-pohon dengan batang halus dan rapuh seperti Eucalyptus. Sarang semut juga tumbuh pada dataran tanpa pohon dengan nutrisi rendah dan di atas ketinggian pohon. Di habitat liarnya sarang semut dihuni oleh beragam jenis semut dan seringkali oleh tiga spesies dari genus Iridomyrmex. Identifikasi yang kami lakukan terhadap sarang semut Myrmecodia pendens menunjukkan bahwa tumbuhan ini dihuni oleh koloni semut dari jenis Ochetellus sp.

Pengetahuan Tradisional Sarang Semut

Dari literatur tercatat hanya ada 1 spesies Hydnophytum dan 1 spesies Myrmecodia yang digunakan sebagai bahan obat oleh penduduk lokal suatu daerah tertentu di Asia Tenggara, yaitu Hydnophytum formicarum Jack dan Myrmecodia tuberosa Jack. Di Indonesia, H. formicarum yang di Jawa disebut urek-urek polo bentuk pastanya digunakan untuk mengobati pembengkakan, sakit kepala dan rematik. Sedangkan air rebusannya digunakan untuk mengobati hernia dan maag. Di Filipina, air rebusannya digunakan untuk mengobati liver dan masalah pencernaan. Di Thailand, serbuknya digunakan untuk antelmintik (obat cacing), tonik jantung, penyakit tulang, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit di persendian dan sebagai bahan campuran untuk obat antidiabetes. Di Malaysia, air rebusannya digunakan untuk mengobati kanker. Di Vietnam, tumbuhan ini digunakan untuk mengobati hepatitis, rematik dan diare.
Di Indonesia pasta dari spesies M. tuberosa, disebut rumah semut, digunakan untuk mengobati pembengkakan dan sakit kepala. Selain itu, spesies lain M. pendans juga digunakan secara tradisional oleh penduduk lokal tertentu di Papua untuk menyembuhkan beragam gangguan kesehatan, namun tidak jelas jenis-jenis penyakit yang dapat disembuhkan dengan sarang semut jenis ini. Berdasarkan pengetahuan tradisional inilah akhirnya kami sejak tahun 2002 mulai mengembangkan dan mempopulerkan sarang semut jenis ini sebagai obat beragam penyakit seperti tumor/kanker, jantung koroner, wasir, stroke, rematik, gangguan prostat, dll. Serangkaian penelitian ilmiah telah kami lakukan di LIPI untuk mengungkap khasiat sarang semut ini.

Kandungan Senyawa Aktif

Analisis kimia dari sarang semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini terutama mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet kita karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh kita adalah sebagai antioksidan. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang dan sebagai antibiotik. Dalam banyak kasus flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, kataraks, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Kemampuan sarang semut untuk pengobatan berbagai jenis kanker/tumor, TBC, dan encok/rematik berkaitan erat dengan kandungan flavonoidnya.
Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman rasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin dikenal digunakan untuk penyamakan kulit, namun tanin juga banyak aplikasinya di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan perdarahan), dan wasir. Kemampuan sarang semut untuk pengobatan wasir dan mimisan berkaitan erat dengan kandungan taninnya.
Selain itu, sarang semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor dan magnesium.
Di dalam sistem metabolisme tubuh, kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls syaraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh dan impuls syaraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls syaraf dan kesetimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat dan penyembuhan luka. Sedangkan magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, kesetimbangan basa dan aktivitas neuromuskuler. Fungsi-fungsi mineral di atas dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari sarang semut, misalnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migraen (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, dan memulihkan gairah seksual.

Aktivitas Farmakologi Sarang Semut

Di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam, riset sarang semut dari jenis H. formicarum telah mulai dilakukan sejak 5 tahun yl, terutama yang berkaitan dengan evaluasi toksisitas, antioksidan dan antikanker. Sejauh ini telah dilaporkan bahwa ekstrak metanol, metanol:air (1:1), dan air dari H. formicarum telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel tumor dan kanker secara in vitro dengan aktivitas yang cukup tinggi. Salah satu mekanisme yang telah terungkap adalah induksi apoptosis yang ditunjukkan dengan adanya perubahan morfologi dan fragmentasi DNA.
Ekstrak etanol dari H. formicarum juga dilaporkan mengandung senyawa aktif inhibitor histone deacetylase (HDAC) yang memiliki aktivitas antikanker yang efektif. Inhibitor HDAC merupakan kelas senyawa aktif yang saat ini tengah diuji klinis sebagai antikanker. Inhibitor HDAC telah dibuktikan dapat menghambat pertumbuhan sel tumor, menginduksi diferensiasi dan menyebabkan kematian sel apoptotik dari sel-sel kanker payudara, paru-paru, indung telur, prostat dan usus. Diduga inhibitor HDAC menyebabkan aktivasi transkripsional dari beberapa gen yang ekspresinya menyebabkan penghambatan pertumbuhan tumor.
Ekstrak air dan kloroform dari H. formicarum telah dilaporkan pula memiliki aktivitas antioksidan yang kuat melalui uji radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan konsentrasi penghambatan (IC50) masing-masing sebesar 32,95 mg/ml dan 39,1 mg/ml. Satu senyawa murni yang telah berhasil diisolasi dari ekstrak heksana H. formicarum adalah stigmasterol yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara dan sel kanker nasofaring dengan nilai LC50 sebesar 87,7 dan 34,3 mg/ml.
Multi khasiat sarang semut jenis M. pendans diduga kuat berkaitan dengan kandungan senyawa aktifnya, terutama dari golongan flavonoid, tanin, tokoferol, multi-mineral (Ca, Na, K, P, Zn, Fe, Mg) dan polisakarida. Ekstrak etanol dari M. pendans memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC50 sebesar 48,6 mg/ml. Ekstrak yang sama memiliki aktivitas pula sebagai inhibitor xanthine oxidase (anti asam urat) yang setara dengan allopurinol pada konsentrasi 200 mg/ml. Uji toksisitas yang telah dilakukan terhadap ekstrak air M. pendans menunjukkan bahwa konsumsi sarang semut pada dosis 3 x 1 sendok makan (dosis yang lazim dikonsumsi) masih tergolong aman. Senyawa murni yang telah berhasil diisolasi adalah dari golongan steroid/terpenoid dan flavonoid glikosida.

Cara Pemanfaatan untuk Pengobatan Alternatif

Saat ini ada 2 bentuk produk sarang semut yang beredar di pasaran, yaitu serbuk kering dan kapsul ekstrak air. Cara pemakaian untuk serbuk sarang semut adalah sebagai berikut: (1) Tuangkan satu sendok makan penuh (sekitar 10 g) bubuk tersebut ke dalam panci yang terbuat dari stainless steel (jangan menggunakan panci aluminium, bisa bocor) berisi kurang lebih 500 ml air (2 gelas); (2) Masak bubuk tersebut sampai mendidih, api dikecilkan sambil diaduk sesekali selama sekitar 15 menit (2 gelas air menjadi 1 gelas); (3) Dinginkan hasil rebusan tersebut; (4) Saring air hasil rebusan tersebut dan air hasil rebusan tersebut siap diminum.
Secara umum, anak-anak usia di bawah 10 tahun diberi minum setengah takaran dewasa dengan dosis penggunaannya adalah: a). untuk penyembuhan: minumlah air hasil rebusan tersebut secara teratur 2-3 kali sehari hingga sembuh dan setiap takaran obat hanya untuk satu kali pemakaian; b). untuk pencegahan: dapat diminum secara teratur 1-2 kali seminggu agar tetap sehat dan bugar. Sedangkan untuk sediaan dalam bentuk kapsul (@500 mg), dosis pengobatan untuk setiap penyakit pada umumnya 1-2 kapsul sekali minum, 3x sehari, untuk meningkatkan ASI 2 x 1 kapsul sehari dan untuk stamina, 2 x 1 kapsul sehari.
Sebagai penutup perlu ditekankan di sini bahwa dari sekian banyak spesies sarang semut yang ada, hanya ada 3 spesies yang berkhasiat obat sesuai dengan pengetahuan tradisional penduduk lokal di Asia Tenggara, yaitu H. formicarum, M. tuberosa dan M. pendans. Karena itu, demi keamanan pemakaian disarankan agar masyarakat bersikap berhati-hati dalam memilih jenis sarang semut yang tepat untuk pengobatan.

Source : http://www.sarang-semut.co.id/artikel.html

7 Makanan Yang Harus Dihindari Menurut Para Ahli Di Dunia

Jakarta, Bahan makanan yang sehat dapat berarti bahan makanan yang tumbu, dan dijual dengan pengolahan dan bahan kimia yang minimal. Memilih bahan makanan organik lebih baik daripada bahan makanan yang banyak melibatkan bahan kimia saat pengolahannya.
Selain bersih dari bahan kimia, pengolahan makanan sebaiknya juga terjaga kebersihannya dari kontaminasi berbagai bakteri. Namun dalam beberapa kasus, metode pengolahan bahan makanan oleh produsen saat ini tidak cukup bersih. Hasilnya adalah gangguan bagi kesehatan kita, lingkungan, atau keduanya.

Maka perlu kita liat saran dari beberapa ahli mengenai makanan yang sebaiknya tidak kita konsumsi seperti dikutip dari FoxNewsHealth, antara lain:

1. Ahli endokrinologi menyarankan jangan mengonsumsi tomat kalengan
Lapisan resin kaleng mengandung bisphenol A (BPA). BPA merupakan sebuah estrogen sintetis yang telah dikaitkan dengan penyakit mulai dari masalah reproduksi, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Keasaman dari tomat dapat menyebabkan BPA larut ke dalam makanan.

Hasil studi menunjukkan bahwa, tingginya kadar BPA dalam tubuh dapat menekan produksi sperma atau menyebabkan kerusakan kromosom pada telur hewan.

"Seseorang bisa mendapatkan 50 mcg BPA per liter dari tomat kalengan. Solusinya adalah pilihlah tomat dalam botol kaca," kata Vom Saal Fredrick, seorang endokrinologi dari University of Missouri.

2. Ahli peternakan menyarankan jangan mengonsumsi daging sapi yang makan jagung bukan rumput
Sapi berevolusi untuk makan rumput, bukan biji-bijian. Tetapi pakan ternak dan kedelai seringkali digunakan untuk menggemukkan agar hewan ternak lebih cepat untuk disembelih.

Dibandingkan dengan daging sapi yang makan jagung, daging sapi yang makan rumput memiliki kandungan yang lebih tinggi dari beta karoten, magnesium, vitamin E, omega 3, asam linoleat terkonjugasi (CLA), kalsium, dan potasium.

"Selain itu juga memiliki kandungan yang lebih rendah dari omega 6, dan lemak jenuh yang telah dikaitkan dengan penyakit jantung. Solusinya adalah dengan memilih daging sapi yang makan rumput," kata para peneliti dari Clemson University.

3. Ahli toksikologi menyarankan jangan mengonsumsi makanan yang dimasak dengan microwave
Menurut sebuah penelitian baru dari UCLA, bahan kimia, termasuk asam perfluorooctanoic (PFOA), adalah bagian dari sebuah kelas senyawa yang dapat dikaitkan dengan ketidaksuburan pada manusia. Dalam pengujian hewan, zat kimia tersebut dapat menyebabkan kanker hati, testis, dan pankreas.

Hasil studi menunjukkan bahwa, microwave menyebabkan bahan kimia untuk menguap dan bermigrasi ke dalam makanan. Bahan kimia tersebut dapat tinggal dan terakumulasi di tubuh selama bertahun-tahun.

"Solusinya adalah jangan terlalu memasak makanan menggunakan microwave, meskipun cara tersebut memang sangat praktis.," kata Olga Naidenko, seorang ilmuwan senior untuk Environmental Working Group.

4. Ahli pertanian menyarankan jangan mengonsumsi bahan makanan yang bukan organik
Akar sayuran dapat menyerap herbisida, pestisida, dan fungisida dari tanah. Solusinya adalah pilihlah buah dan sayuran organik.

5. Ahli perikanan menyaranakan untuk tidak makan ikan hasil budidaya
Jangan memakan ikan hasil budidaya karena biasanya ikan-ikan tersebut memakan makanan yang tidak sehat bahkan memakan sampah. Akibatnya, ikan-ikan tersebut lebih rendah vitamin D dan lebih tinggi kontaminan, termasuk karsinogen, PCB, brominated flame retardants, dan pestisida seperti dioxin dan DDT.

Ikan yang paling terkontaminasi berasal dari Eropa Utara. DDT telah dikaitkan dengan risiko diabetes dan obesitas. Tetapi beberapa ahli gizi percaya bahwa manfaat dari omega 3 lebih besar daripada risiko bagi kesehatan dari ikan-ikan tersebut.

Ada juga kekhawatiran mengenai tingginya tingkat antibiotik dan pestisida yang digunakan pada ikan-ikan tersebut.

"Solusinya adalah sebaiknya memilih ikan yang ditangkap dari laut atau danau, bukan dari hasil budidaya," Dr. David Carpenter, direktur Institut Kesehatan dan Lingkungan di University at Albany.

6. Peneliti kanker menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu yang diproduksi dengan hormon buatan
Produsen susu memperlakukan sapi dengan hormon pertumbuhan sapi rekombinan (rBGH atau rBST) untuk meningkatkan produksi susu. Tetapi rBGH juga meningkatkan infeksi dalam susu. Hal tersebut juga mengarah pada tingkat yang lebih tinggi dari hormon yang disebut insulin-like growth dalam susu.

"Pada orang dengan kadar tinggi dari IGF-1 dapat menyebabkan kanker payudara, prostat, dan usus besar. Solusinya adalah dengan memilih susu kemasan dengan label untuk rBGH-free, rBST-free, diproduksi tanpa hormon buatan, atau susu organik," kata Rick North direktur dari Campaign for Safe Food, Oregon Physicians for Social Responsibility dan CEO dari Oregon division of the American Cancer Society.

7. Peneliti makanan organik menyarankan untuk tidak makan Apel yang disemprot dengan pestisida
Apel adalah individu yang dicangkokkan atau diturunkan dari satu pohon. Sehingga setiap varietas mempertahankan rasa yang khas. Dengan demikian, apel tidak mengembangkan resistensi terhadap hama.

"Paparan pestisida dapat berbahaya bagi kesehatan, yaitu berperan dalam perkembangan beberapa kanker dan penyakit Parkinson," kata Mark Kastel seorang peneliti mengenai makanan organik.


source: didunianet
Pink Skull Crossbones